HISAPAN ROKOK ( kitab Irsyadul Ihwan fi Bayani Syurbil Qahwah wad Dukhon)


Disadur dr kitab Irsyadul Ihwan fi Bayani Syurbil Qahwah wad Dukhon syekh Ihsan Jampes (Kediri)

“Sejarah Tembakau”
Rokok dalam bahasa Arab memiliki beberapa nama; al-tabagu (التبغ) al-tutun (التوتون) al-tanbak (التنبك) sebagaimana yang dijelaskan oleh al-Tharabisi al-Halabi. Tembakau merupakan tanaman yang ada di sekitar negara yang dikenal dengan istilah “tabagho” di negara Meksiko yang terletak di benua Amerika bagian utara. Setelah Amerika ditundukkan banyak golongan dari penduduk benua Eropa berpindah ke Amerika, mereka berbaur dengan penduduk sehingga mereka mengenal moral orang Amerika lalu mereka mengikuti kebiasan-kebiasaan orang Amerika.

Setelah itu, para penduduk Eropa yang tinggal di Amerika mulai mengirim bibit “tanbagho/tembakau” ke Negara mereka masing-masing yang berada di benua Eropa, mereka melakukan hal itu pada tahun 1518 (935 H) tetapi pada saat itu penanaman “tanbagho” di Eropa belum menyebar luas. Pada tahun 1560 (977 H) Yuhana Filota pergi ke bangsa Funisia lalu memasukkan bibit “tanbagho” ke dalamnya ketika raja Burqanal berada di Amerika. Setelah itu “tanbagho” di bangsa Funisia bertambah banyak & menyebar luas.
Lalu pendeta yang berkebangsaan Funisia bernama Fusis Lauren memindahkan “tanbagho” dari Funisia dan menyebarluaskan ke beberapa daerah di Eropa, sehingga “tanbagho” tersebarluas ke berbagai Negara.

لدخان المشهور اسماء منها التبغ والتوتون والتنباك هذا في العربية كما افاده الطرابسي الحلبي التبغ نبات موطونة في جوار بلدة تسمى تباغوا ببلاد المكسيك في اميركا الشمالية وبعد ما كشفت اميركا وهاجر اليها جم غفير من اهل اوربا وخالطوا اهلها وعرفوا اخلاقهم تعادوا كثيرا من عوائدهم فجعلوا يرسلون بذره الي اوطانهم الأوربوية وكان شروعهم في ذلك في نقل بذره الي اوطانهم المذكورة سنة 1518 ميلادية الموافقة لسنة 935 هجرية الا انه لم يشع زرعه في بلاد اوربا حتي جاءت سنة 1560 ميلادية الموافقة لسنة 977 حين ادخله يوحان فيلوت سفر فونيسا عند مالك بورقنال في اميركا فنما اي زاد في فونيسا وشاع فيها ثم نقله من هناك راهب فونيسوي اسمه فوسيس لورين واشاعه في اكثر اقطار اوربا حتي شاع في في اكثر البلاد.

“Perdebatan Hukum Merokok”
_______________________________

Menghisap rokok menurut segolongan ulama hukumnya adalah haram, sebagian ulama yang berfatwa haram adalah imam Al-Qalyubi dan Al-Luqani. Menurut ulama yang mengharamkan rokok, maka menjual dan membeli rokokpun hukumnya menjadi haram. Bahkan Sayyid Husain bin Abi Bakar secara ekstrim menyatakan, jika perokok tidak bertaubat dalam waktu 40 hari mendekati kematiannya maka ditakutkan ia akan mati dalam keadaan suul khotimah.
Ulama yang mengharamkan rokok ini jika ditelusuri mengharamkan dari 4 segi, yaitu:

1. Dengan merokok dapat membahayakan bagi kesehatan berdasarkan pemberitahuan dari dokter yang mu’tabar.

2. Rokok menurut kalangan yang mengharamkan adalah sesuatu yang berbahaya yang dilarangan untuk dikonsumsi secara syara’ berdasarkan hadis Ahmad dari Ummu Salamah bahwa Rasul saw melarang sesuatu yang memabukkan dan sesuatu yang melemahkan.

3. Rokok menimbulkan bau yang tidak sedap yang akan menyakiti orang yang tidak mengkonsumsinya, terlebi di tempat-tempat shalat atau sejenisnya, bahkan baunya akan menyakiti malaikat yang dimuliakan.

4. Mengkonsumsi rokok merupakan tindakan israf, sebab tidak ada manfaat yang dibolehkan syara’ yang tidak mengandung bahaya yang diperoleh, bahkan dalam rokok terdapat bahaya yang nyata berdasarkan informasi dari ahli pengetahuan.

وحرم الدخان حمع علي الدخان فمنهم القليوبي واللقاني. حتي يقول بعضهم وهو سيد الحسين بن ابي بكر ر.ض كلاما وهو من لم يتب بأربعين يوما قبيل موته خشي عليه سوء الخاتم
وحاصل كلامهم ان تحريم التدخين يكون من اربعة اوجه احدها كونه مضرا للصحة بإخبار الاطباء المعتبرين وثانيها كونه من المحذرات المتفق عليه عندهم المنهي عن استعمالها شرعا لحديث احمد عن ام سلمة نهي رسول الله عن كل مسكر ومفتر باتفاق الاطباء وكلامهم حجة في ذلك. وثالثها كون رائحته الكريهة تؤذي الناس الذين لا يستعملونه وعلي الخصوص في مجامع الصلاة ونحوها بل تؤذي الملائكة المكرمين رابعها كونها سرف اذ ليس فيه نفع مباح خال عن الضرار بل فيه الضرار المحقق باخبار اهل الخبرة.

Menurut segolongan ulama menghisap rokok hukumnya adalah halal, diantara yang menfatwakan halal adalah Abdul Ghani Al-Nabulisi, Syibramilisi, Syekh Sulthan al-Halabi dan al-Barmawi. Al-Halabi menuturkan menghisap rokok adalah halal, adapun keharaman rokok itu tidak karena dzatiyahnya tetapi karena perkara diluar itu. Seseorang yang menghisap rokok tidaklah haram sepanjang tidak membahayakan dirinya. Dan orang yang menghisap rokok akan membahayakan dirinya berdasarkan informasi dari orang yang mengerti yang dapat dipercaya atau berdasarkan eksperimen pada dirinya maka haram baginya mengkonsumsi. Seperti orang yang sudah terkena penyakit jantung, paru-paru.
Adapun dakwaan bahwa rokok itu berbahaya secara mutlak itu dakwaan tanpa adanya dalil bagaimana tidak? sebab manfaat rokok dapat ditemukan untuk beberapa penyakit seperti menghilangkan penyakit limpa. Bahkan sebagian ulama menyebutkan bahwaa rokok dapat memiliki tiga manfaat; membangkitkan otot/urat, meminimalisir uap dan membunuh sebagian mikroba saat asap rokok berjalan ke dalam badan.
Oleh karena itu menurut golongan ini, hukum asal dari merokok adalah halal sebab tidak ada dalil yang mengharamkannya dan bahkan terkadang rokok menjadi sebab seseorang dapat berkata fasih/jelas sehingga seseorang bersemangat. Di dalam kitab Ghayatul Bayan Li Hilli Syurbi ma la Yughibu al-‘Aql Syekh Ali al-Ajhuri mengatakan jika mengkonsumsi rokok adalah halal sepanjang tidak menghilangkan kesadaran dan tidak membahayakan sama sekali pada jasad.

وصرحت لعدم الحرام ائمة من جملة الكرام منهم عبد الغني النابلسي ومنهم الشيراملسى والشيخ سلطان الحلبي والبرموي. قال الحلبي وشربه يحكم بالحلال اما حرامه فلا لذاته بل للأمر الطارئ. من لا يضره شرب الدخان لم يحرم عليه ومن ضره ذلك بأخبار عارف يوثق به او بالتجربة في نفسه حرم عليه. والدعوي انه مضر مطلقا دعوى بلا دليل كيف قد وجد نفعه بالمشاهدة في بعض الامراض كإزالة الطحال. بل قال بعضهم من العلماء الاعلم ان في تدخينه ثلاث منافع وهو تنبيه الأعصاب وتقليل الرطوبة وقتل بعض المكروبات عند سريان الدخان في باطن الجسم.
والاصل في شأنه بالإباحة وقد يكون سببا للعون علي فصاحة من الإنسان يصير المرء علي النشاط. في غاية البيان قال الاجهوري لحل الدخان المشهور لكنه ان لم يغيب عقلا ولم يضر للجسد اصلا.

Pendapat yang mu’tamad dikalangan syafiiyah menghisap rokok adalah makruh sebagaimana disampaikan oleh imam Al-Bajuri, juga muridnya Abdul Hamid di dalam Hawasyi kitab Tuhfah. Kendati segolongan ini berpendapat makruh bisa menjadi haram jika menimbulkan bahaya, tp ini tidak hanya berlaku bagi rokok saja, bahkan madu lebah yang dikabarkan oleh Allah sebagai obat dari setiap penyakit bisa haram jika dikonsumsi oleh orang yang terkena penyakit panas sebagaimana diberitahukan oleh imam al-Ghazali.
Apabila tidak ada hal yang melngharamkan seperti menimbulkan darar, atau membeli rokok dengan uang yang seharusnya untuk menafkahi orang yang wajib ia nafkahi, maka hukum menghisap rokok sebatas makruh. Hal tersebut dikarenakan ada perbedaan yang kuat tentang keharaman rokok yang berfaedah hukum makruh.
Sebagain ulama yang menfatwakan bahwa menghisap rokok adalah makruh adalah Syekh Muhammad Said Babashil dan Syekh Muhammad bin Musa al-Nasawi, mereka berfatwa boleh menghisap rokok disertai kemakruhan ini jika penghisap hatinya tidak bergantung pada rokok sehingga ia mampu berhenti merokok, jika hatinya bergantung pada rokok sekiranya tidak bisa berhenti maka hukumnya bukan makruh lagi

والمعتمد انه مكروه كما يقال الباجوري الافقه. ووافقته فرقة الائمة فمنهم تلميذه العلامة عبد الحميد في حواشي التحقة. نعم من غلب حصول الضرر المذكور حرم عليه ولكن لا يختص بذلك بل عسل النحل الذي اخبر الله بانه شفاء من كل داء كذلك. وقد قال الغزالي الاعلام بتحريم العسل علي المحرور.
وحيث قال عن تلك العوارض فهو مكروه لما صرح به ابن حجر في مواضع تحفة ان الخلاف القوي في الحرمة يفيد الكراهة.
ومنهم الشيخ محمد السعيد باباصيل ومنهم الشيخ محمد بن موسى النساوى قد افتيا بجواز الشرب مع كراهة ان لم يتعلق به اصلا قلبه حيث يقدر انفصالا وان يكن قلبه خلافه فلا يكون شربه مكروها.

Tambahah !!
Dalam kitab Sab’ah Kutub al-Mufidah Sayyid Alawi bin Ahmad As-Saqaf menuturkan bahwa ada sebagian ulama yang mentafsil hukum merokok; bisa jadi halal, haram, mubah, makruh, sunnah. Mereka berpendapat tidak bisa mengharamkan rokok karena dzatiyahnya ia tidak menimbulkan bahaya yang jelas pada badan seperti racun, dan tidak berbahaya pada akal seperti khomr, ganja atau tumbuhan yang dapat digunakan membius.

contoh yang diajukan oleh segolongan ulama yang mentafsil hukum rokok:
Merokok haram bagi orang yang merokok hanya bermaksud israf yang diharamkan atau menimbulkan bahaya yang diharamkan.

Merokok makruh karena terjadi perbedaan pendapat tentang hukum merokok dikalangan ulama, sedangkan perbedaan mereka merupakan hukum wad’I karena kemakruhan menjatuhkan dirinya pada keragu-raguan.

Merokok wajib jika ia memiliki penyakit dan hanya dengan merokok yang dapat menyembuhkannya.
Merokok sunnah jika untuk menghilangkan penyakit (sebagai obat), hal ini karena berobat hukumnya sunnah.
Dalam kondisi wajib, sunnah dan makruh dapat tergolong kategori jawaz yakni tidak terlarang.

■ menurut para dokter mutaakhirin rokok bermanfaat bagi sakit liver, demam yg tinggi, perut mulas, dan kuning.

وقد ذكر الاطباء المتأخرين انه (تنباك) ينفع لاوجاع الكبد ومن الحميات الغليظة ومن المغص واليرقان

0 Response to "HISAPAN ROKOK ( kitab Irsyadul Ihwan fi Bayani Syurbil Qahwah wad Dukhon)"

Post a Comment

Monggo yang mau berkomentar baik itu kritik, saran, masukan, atau motivasi, asal tak ada unsur Caci mencaci, Pelecehan agama, Pelecehan seksual dan Merayu istri orang

⇧ ISI KOMENTAR FACEBOOK DIATAS ITU ⇧

⇩ ISI JUGA KOMENTAR DIBAWAH INI ⇩

IKUTI FANS PAGE PGP